Selasa, 29 Januari 2013

Keluarga Semut



Keluarga Semut

Publikasi: 28/03/2002 08:53 WIB


Pukul 22.30 WIB, huh ... lelahnya aku seharian menyelesaikan pekerjaan kantor yang tak habis-habisnya. Kurebahkan tubuhku di lantai depan televisi, sementara kubiarkan TV menyala untuk tetap menjaga agar aku tidak terlelap. Suhu yang sedikit panas memaksaku membuka kemeja dan membiarkan kulitku bersentuhan dengan sejuknya lantai.

"aaauww ... brengsek!" gumamku
Segera kutepis sesuatu yang menggigit lenganku hingga ia terjatuh di lantai, ternyata seekor semut hitam.

"Kurang ajar! Apa ia tidak mengerti kepalaku begitu penat dan tubuhku ini seperti mau hancur? Apa ia juga tidak tahu kalau aku sedang beristirahat?" pikirku seraya kembali merebahkan tubuhku.

Tapi, belum sampai seluruh tubuh ini jatuh menempel lantai, "addduuhhh!" Lagi-lagi semut kecil itu menggigitku. Kali ini punggungku yang digigitnya dan gigitannya pun lebih sakit. "heeeh, berani sekali makhluk kecil ini," gerutuku kesal.

Ingin rasanya kulayangkan tapak tangan ini untuk membuatnya mati tak berkutik 'mejret' di lantai. Namun sebelum tanganku melayang, ia justru sudah mengacung-acungkan kepalan tangannya seperti menantangku bertinju. Kuturunkan kembali tanganku yang sudah berancang-ancang dengan jurus 'tepokan maut', kuurungkan niatku untuk menghajarnya karena kulihat mulutnya yang komat-kamit seolah mengatakan sesuatu kepadaku. Awalnya aku tidak mengerti apa yang diucapkannya, tapi lama kelamaan aku seperti memahami apa yang diucapkannya.

"Hey makhluk besar, anda menghalangi jalan saya! Apa anda tidak lihat saya sedang membawa makanan ini untuk keluarga saya di rumah ..." Rupanya ia begitu marah karena aku menghambat perjalanannya, lebih-lebih sewaktu punggungku menindihnya sehingga ia harus terpaksa menggigitku.

Akhirnya kupersilahkan ia melanjutkan perjalanannya setelah sebelumnya aku meminta maaf kepadanya. Susah payah ia membawa sisa-sisa roti bekas sarapanku pagi tadi yang belum sempat kubersihkan dari meja makan. Kadang oleng ke kanan kadang ke kiri, sesekali ia berhenti meletakkan barang bawaannya sekedar mengumpulkan tenaganya sembari membasuh peluhnya yang mulai membasahi tubuh hitamnya.

Kuikuti terus kemana ia pergi. Ingin tahu aku di pojok mana ia tinggal dari bagian rumahku ini. Ingin kutawarkan bantuan untuk membantunya membawakan makanan itu ke rumahnya, tapi aku yakin ia pasti menolaknya. Berhentilah ia di sebuah sudut di samping lemari es sebelah dapur. Di depan sebuah lubang kecil yang menganga, ia letakkan bawaannya itu dan kulihat seolah ia sedang memanggil-manggil semut-semut di dalam lubang itu. Satu, dua, tiga .... empat dan .... lima semut-semut yang tubuhnya lebih kecil dari semut yang membawa makanan itu berlarian keluar rumah menyambut dengan sukaria makanan yang dibawa semut pertama itu. Dan, eh ... satu lagi semut yang besarnya sama dengan pembawa roti keluar dari lubang. Dengan senyumnya yang manis ia mendekati si pembawa roti, menciumnya, memeluknya dan membasuh keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh semut pembawa makanan itu.

Hmmm ... menurutku, si pembawa roti itu adalah kepala keluarga dari semut-semut yang berada di dalam lubang tersebut. Kelima semut-semut yang lebih kecil adalah anak-anaknya sementara satu semut lagi adalah istri di pembawa roti, itu terlihat dari perutnya yang agak buncit. "Mungkin ia sedang mengandung anak ke enamnya" pikirku.

Semut suami yang sabar, ikhlas berjuang, gigih mencari nafkah dan penuh kasih sayang. Semut istri tawadhu' dan qonaah menerima apa adanya dengan penuh senyum setiap rizki yang dibawa oleh sang suami, juga ibu yang selalu memberikan pengertian dan mengajarkan anak-anak mereka dalam mensyukuri nikmat Tuhannya. Dan, anak-anak semut itu, subhanallah ... mereka begitu pandai berterima kasih dan menghargai pemberian ayah mereka meski sedikit. Sungguh suami yang dibanggakan, sungguh istri yang membanggakan dan sungguh anak-anak yang membuat ayah ibunya bangga.

Astaghfirullah ..., tiba-tiba tubuhku menggigil, lemas seperti tiada daya dan brukkk .... aku tersungkur. Kuciumi jalan-jalan yang pernah dilalui semut-semut itu hingga menetes beberapa titik air mataku. Teringat semua di mataku ribuan wajah semut-semut yang pernah aku hajar 'mejret' hingga mati berkalang lantai ketika mereka mencuri makananku. Padahal, mereka hanya mengambil sisa-sisa makanan, padahal yang mereka ambil juga merupakan hak mereka atas rizki yang aku terima.

Air mataku makin deras mengalir membasahi pipi, semakin terbayang tangisan-tangisan anak-anak dan istri semut-semut itu yang tengah menanti ayah dan suami mereka, namun yang mereka dapatkan bukan makanan melainkan justru seonggok jenazah.

Ya, Allah ... keluarga semut itu telah mengajarkan kepadaku tentang perjuangan hidup, tentang kesabaran, tentang harga diri yang harus dipertahankan ketika terusik, tentang bagaimana mencintai keluarga dan dicintai mereka. Mereka ajari aku caranya mensyukuri nikmat Tuhan, tentang bagaimana perlunya ikhlas, sabar, tawadhu' dan qonaah dalam hidup.

Hari-hari selanjutnya, ketika hendak merebahkan tubuh di lantai di bagian manapun rumahku aku selalu memperhatikan apakah aku menghambat dan menghalangi langkah atau jalan makhluk lainnya untuk mendapatkan rizki. Ingin rasanya aku hantarkan sepotong makanan setiap tiga kali sehari ke lubang-lubang tempat tinggal semut-semut itu. Tapi kupikir, lebih baik aku memberinya jalan atau bahkan mempermudahnya agar ia dapat memperoleh dengan keringatnya sendiri rizki tersebut, karena itu jauh lebih baik bagi mereka. Wallahu a'lam bishshowab (Bayu Gautama) 

Kekhawatiran Nabi



Kekhawatiran Nabi

Sebagai pengikut Rasulullah Saw, kita amat berbahagia karena Rasulullah Saw telah menunjukkan begitu cinta kepada umatnya. Karena beliau cinta, beliau tidak ingin kalau terjadi hal-hal buruk menimpa umat ini, karenanya beliau mengingatkan dengan mengemukakan hal-hal yang sangat dikhawatirkannya.

Imam Ahmad ra meriwayatkan:
"Aku mendengar Rasulullah SAW memprihatinkan umatnya dalam enam perkara: (1) diangkatnya anak-anak sebagai pemimpin (2) terlalu banyak petugas keamanan (3) main suap dalam urusan hukum (4) pemutusan silaturrahim dan meremehkan pembunuhan (5) generasi baru yang menjadikan Al-Qur'an sebagai nyanyian (6) mengutamakan orang yang bukan fakih dan berjasa tapi yang berseni sastra tinggi." (HR. Ahmad, hal 165).

Dari hadits di atas, terdapat enam hal yang membuat Rasulullah Saw begitu khawatir bila hal itu terjadi pada umatnya.

1. Anak-Anak Sebagai Pemimpin.

Rasulullah Saw amat khawatir bila umatnya menjadikan anak-anak sebagai pemimpin, ini bisa kita pahami dalam arti anak-anak secara umur atau fisik seperti masyarakat yang menggunakan sistim kerajaan sehingga ketika orang tuanya yang menjadi pemimpin mati, secara otomatis sang anak menjadi raja meskipun belum dewasa. Namun hal ini juga bisa berarti orang yang pemikiran, sikap dan tindakannya seperti anak-anak dijadikan sebagai pemimpin atau pemimpin tersebut yang berjiwa kekanak-kanakan. Lalu seperti apa anak-anak itu?. Kita tentu sudah mengetahuinya, anak-anak biasanya tidak konsisten dalam berbicara, misalnya ketika dia belum makan lalu ditanya apakah sudah makan, dia menjawabnya dengan sudah. Anak-anak juga suka memperebutkan sesuatu hingga terjadi pertengkaran dan perkelahian meskipun sesudah itu damai kembali, dan begitulah seterusnya.
Manakala orang yang berjiwa kekanak-kanakan itu dijadikan pemimpin, maka hal itu menjadi aneh dan lucu. Masa anak-anak memang sedang lucu-lucunya, namun kalau itu terjadi pada masyarakat, maka hancurlah tatanan kehidupan masyarakat itu, dan inilah yang kita alami sekarang, sebab para pemimpin di negeri ini bersikap dan bertingkah laku seperti layaknya anak-anak.

2.Banyak Petugas Keamanan.

Petugas keamanan memang amat diperlukan dalam masyarakat. Pada negara yang aman, jumlah petugas keamanan tidak terlalu banyak atau jumlah mereka banyak tapi tidak punya pekerjaan yang banyak, namun pada negara yang tidak bisa terjamin keamanannya, meskipun petugas keamanan jumlahnya banyak tetap saja terasa kurang banyak, apalagi petugas yang ada menghadapi tugas-tugas yang begitu banyak dengan kasus-kasus yang belum cepat selesai. Akibatnya, tidak sedikit dari masyarakat biasa yang akhirnya bertindak sebagai petugas keamanan. Dalam kehidupan sekarang di negeri kita, tindak kriminal sangat banyak terjadi, akibatnya masyarakat tidak mendapat jaminan keamanan dan banyak sekali dari organisasi sosial dan politik yang harus memiliki tenaga keamanan dalam jumlah yang banyak.
Oleh karena itu, membangun kehidupan yang aman merupakan kebutuhan masyarakat luas sehingga jumlah tenaga keamanan menjadi terasa berlebih dengan tugas pengamanan yang rendah.


3. Suap Dalam Perkara Hukum.

Hukum yang benar merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan penegakkannya, inilah yang dalam bahasa sekarang disebut dengan supremasi hukum. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hukum belum menjadi panglima, tapi uanglah yang menjadi panglima sehingga terjadi suap-menyuap dalam proses penegakkan hukum yang membuat hukum menjadi tidak tegak. Di negara kita, hakim, jaksa, pengacara, polisi, penjaga penjara hingga presiden merupakan aparat-aparat penegak hukum, tapi tidak sedikit persoalan penegakan hukum yang tidak terlaksana karena para penegaknya menerima suapi

4.Memutuskan Silaturrahim dan Meremehkan Pembunuhan.

Silaturrahim, baik dalam hubungan famili maupun keimanan yang kemudian disebut dengan ukhuwah Islamiyah merupakan sesuatu yang harus dijalin. Hubungan kekerabatan semestinya terus terjalin sehingga hubungan kekeluargaan antar generasi berikutnya tidak terputus, namun seringkali hanya karena persoalan-persoalan sepele yang tidak mendasar, hubungan silaturrahim menjadi terputus, misalnya karena memperebutkan harta warisan dan sejenisnya. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adalah terjadinya pertumpahan darah atau pembunuhan antar anggota keluarga.
Disamping itu, hubungan antar sesama umat Islam juga harus dijalin dalam jalinan ukhuwah Islamiyah, namun sekali lagi kita juga amat prihatin karena sekarang silaturrahim antar kelompok umat Islam semakin renggang, khususnya karena persoalan-persoalan politik bangsa. Bahkan saling bunuh antar satu kelompok dengan kelompok yang lain sudah terjadi, padahal kenistaan dalam masalah ini tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat dengan azab yang sangat pedih.

5. Al-Qur'an Sebagai Nyanyian.
 
Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi umat manusia untuk mencapai ketaqwaan kepada Allah Swt. Karena itu, kaum muslimin diperintah untuk membaca, mengkaji, memahami, menghayati hingga mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Karena salah satu konsekuensi kita terhadap Al-Qur'an adalah membaca dengan sebaik-baiknya, maka berkembanglah seni membaca Al-Qur'an dengan irama-irama tertentu. Pada dasarnya tidak ada masalah dengan seni membaca Al-Qur'an dengan irama yang indah, namun umat ini tidak boleh berhenti hanya pada iramanya, karena irama itu pada hakikatnya adalah untuk mengantar umat pada kecintaan terhadap Al-Qur'an.  Dengan demikian, interaksi terpenting dari umat Islam terhadap Al-Qur'an adalah menjadikannya sebagai petunjuk hidup, bukan pada irama membacanya dengan gaya tertentu, apalagi bila hal itu hanya cenderung pada nyanyiannya saja.

6. Mengutamakan Sastrawan/Budayawan.

Tugas-tugas yang sangat penting, apalagi tugas kepemimpinan harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dengan kepribadian seorang pemimpin yang baik. Namun dalam banyak hal, masyarakat kita kadangkala tidak mengangkat seseorang sebagai pemimpin karena keahlian dan kepribadiannya, tapi lebih karena pendaiannya dalam sastra atau kebudayaan dengan retorika permbicaraan yang baik.
Akibat mengutamakan seseorang menjadi pemimpin karena pertimbangan budaya bicara, maka pemimpin itu akhirnya hanya banyak omong tanpa produktifitas kepemimpinan yang jelas, bahkan dari omongannya itu hanya melahirkan kontroversi yang menimbulkan masalah-masalah baru.

Dari uraian hadits ini, nampak sekali betapa hal-hal yang dikhawatirkan oleh Nabi, bila hal itu betul-betul terjadi pada umatnya akan menimbulkan begitu banyak ekses negatif yang sangat sulit untuk mengatasinya.

"Perhatikanlah apa yang orang katakan dan janganlah memperhatikan siapa yang mengatakan "

Keistimewaan Islam



Keistimewaan Islam

Subject: Laa ikraaha fid diin

Assalaamu alaikum wr.wb.

Segala puji hanyalah milik Allah, keselamatan dan kesejahteraan semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW dan keluarganya

Saudara dan saudariku yang dimuliakan oleh Allah...

Islam memberikan toleransi dan kebebasan tiap manusia untuk beragama terhadap keyakinan apapun. Kebebasan memeluk agama telah diwahyukan dalam Al Qur'an :

"Laa ikraaha fid diin, qod tabayyanar rusydu minal ghayyi... (Tidak ada pemaksaan di dalam diin (Islam), sungguh telah jelas jalan yang benar dari yang salah"
[Al-Baqarah: 256]

Pernah misionaris Kristiani, T.W. Arnold menyatakan opininya berdasarkan hasil studinya tentang penyebaran Islam, ".. kami tidak menemukan satupun usaha teorganisir yang melakukan pemaksaan untuk menerima Islam terhadap populasi non-Muslim, ataupun penganiayaan sistematik yang dimaksudkan untuk pembersihan agama Kristiani. Seandainya para khalifah dulu memilih salah satu cara di atas maka mereka mungkin telah menyapu bersih Kristani semudah
Ferdinand dan Isabella (beberapa abad kemudian) membuang Islam dari bumi Spanyol,...".

Kita harus mengingat bahwa hanyalah dengan ampunan dari Allah SWT yang menyebabkan seseorang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Karena itu di dalam Islam, tingkah laku yang bersandarkan pada keimanan yang termasuk di dalamnya berbuat baik dengan
mengharap ampunan Allah SWT, benar-benar merupakan kepribadian muslim yang istimewa yang tidak dimiliki oleh agama atau sistem lain.

Pernah seorang ahli salaf mengatakan:
"Janganlah melihat masih kecil-kecilnya dosa yang engkau lakukan, tetapi ingatlah kebesaran dari Dia yang engkau durhakai."

Marilah kita berIslam dengan sebaik yang kita bisa, jangan sampai Allah SWT tidak mendapati kita dalam menjalankan perintah-perintahnya, atau bahkan menemukan kita dalam larangan-larangan-Nya.

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan...

= Disarikan dari mukmin.com dan beberapa sumber =

Wassalamu alaikum wr.wb.

--
*it's a lovely day today, not like ordinary day*

Kata-Kata Bijak



Kata-Kata Bijak
Artikel-artikel karya Harun Yahya kini tengah diterbitkan di berbagai media cetak di Turki dan di banyak negara di dunia. Pada bagian ini Anda bisa mendapatkan sejumlah artikel karya penulis dalam bahasa Indonesia.
 
 
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Nabi Muhammad SAW


 
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
Nabi Muhammad SAW


 
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.
Nabi Muhammad SAW


 
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.
Nabi Muhammad SAW


 
Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.
Imam Al Ghazali


 
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.
Khalifah 'Umar


 
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.
Ibnu Mas'ud


 
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
Khalifah 'Ali


 
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.
Ibnu Mas'ud


 
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.
Khalifah 'Ali


 
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
Khalifah 'Umar


 
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
Imam An Nawawi


 
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah 'Umar


 
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.
Bediuzzaman Said Nursi


 
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.
Bediuzzaman Said Nursi


 
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.
Bediuzzaman Said Nursi


 
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.
Bediuzzaman Said Nursi


 
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.
Bediuzzaman Said Nursi


 
Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.
Johann Wolfgang von Goethe


 
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Johann Wolfgang von Goethe


 
Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran.
Johann Wolfgang von Goethe


 
Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.
Einstein


 
Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
Einstein


 
Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.
Einstein


 
Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.
Einstein


 
Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan "rendah hati."
Einstein


 
Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.
Einstein


 
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.
Einstein


 
Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.
Einstein



Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Welcome

Powered By Blogger

Pesan Pembuka

O'Clock

animasi blog

Harapan

nopri-diningrat.blogspot.com

Tabel List

TUTORIAL BLOG

TRIK FACEBOOK

TECHNO

Kegagalan Adalah Suatu Kesuksesan Yang Tertunda
Follows: Twitter: @nopri_bikers
Facebook: nopri diningrat
E-mail: nopri_tdr@yahoo.com




Selasa, 29 Januari 2013

Keluarga Semut
Keluarga Semut Publikasi: 28/03/2002 08:53 WIB Pukul 22.30 WIB, huh ... lelahnya aku seharian menyelesaikan pekerjaan kantor...
Kekhawatiran Nabi
Kekhawatiran Nabi Sebagai pengikut Rasulullah Saw, kita amat berbahagia karena Rasulullah Saw telah menunjukkan begitu cinta kepad...
Keistimewaan Islam
Keistimewaan Islam Subject: Laa ikraaha fid diin Assalaamu alaikum wr.wb. Segala puji hanyalah milik Allah, keselamatan da...
Kata-Kata Bijak
Kata-Kata Bijak Artikel-artikel karya Harun Yahya kini tengah diterbitkan di berbagai media cetak di Turki dan di b...

Kata Kata Bijak

Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah menjadi teladan bagi sesama.

Nasihat Sukses

Jika Anda tidak mampu mendekatinya, mengatasinya atau melewatinya, lebih baik Anda bernegosiasi dengannya.

Kata-Kata Mutiara

MOTIVASI : Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.

Box Coment

 
Template Indonesia | nopri diningrat
Aku cinta Indonesia_ Nopri diningrat_ Pagaralam